www.bangsanews.id – Pada semester pertama tahun 2025, kinerja pelabuhan di Batam menunjukkan hasil yang menggembirakan. Angka-angka statistik kian menunjukkan pertumbuhan positif, mencerminkan efektivitas dalam pengelolaan dan operasional yang dilakukan selama ini.
Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam mencatat bahwa prestasi tersebut adalah hasil kerja sama yang solid antara banyak pihak. Sektor ini berpotensi semakin berkembang seiring dengan penguatan layanan digital di pelabuhan.
Benny Syahroni, sebagai Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan, menekankan pentingnya sinergi antar stakeholder untuk mencapai hasil yang lebih baik. Sinergi ini menjadi landasan untuk pengembangan lebih lanjut dalam sektor pelabuhan.
Peningkatan Penerimaan dan Kunjungan Kapal di Pelabuhan Batam
Hingga akhir Juni 2025, realisasi penerimaan dari sektor kepelabuhanan mencapai Rp219,75 miliar, yang merupakan 55 persen dari target tahunan sebesar Rp401,86 miliar. Kenaikan penerimaan sebesar 16 persen dibanding tahun yang lalu menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan.
Peningkatan ini menjadi penting, mengingat pada periode yang sama tahun lalu, baru mencapai 48 persen dari target tahunan. Kinerja ini mencerminkan efektivitas pengusahaan kepelabuhanan yang terus membaik setiap tahunnya.
Jumlah kunjungan kapal, baik barang maupun penumpang, tercatat sebanyak 54.876 selama enam bulan pertama. Jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan ketertarikan dan kepercayaan lebih terhadap pelabuhan Batam.
Data Pengoperasian dan Volume Petikemas yang Meningkat Signifikan
Peluang bisnis yang terbuka lebar terlihat dari total bobot kotor kapal yang mencapai 34.877.449 GT, meningkat 18 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah ini menunjukkan meningkatnya aktivitas perdagangan dan transportasi di kawasan ini.
Volume peti kemas yang ditangani juga mengalami pertumbuhan signifikan, dengan total mencapai 359.944 TEUs. Angka ini menunjukkan kenaikan 15 persen, mempertegas bahwa pelabuhan Batam menjadi salah satu jalur utama untuk aktivitas ekspor-impor di Indonesia.
Kegiatan perdagangan mendominasi aktivitas pelabuhan dengan total 273.004 TEUs untuk ekspor-impor, meningkat 18 persen. Sementara volume domestik juga menunjukkan kemajuan positif dengan kenaikan 6 persen.
Peran Pelabuhan Batam dalam Ekonomi Daerah dan Nasional
Di sisi penumpang, total yang dilayani di terminal ferry domestik dan internasional Batam mencapai 4.645.169 orang. Angka ini meningkat sekitar 8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.
Ruslan Aspan, yang menjabat sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Bandara dan Pelabuhan, memberikan apresiasi tinggi untuk pencapaian tersebut. Ia optimis bahwa kinerja ini akan terus meningkat hingga akhir tahun, memberikan dampak positif bagi perekonomian Batam.
Ruslan menyatakan bahwa pelabuhan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan bahwa pelabuhan bukan hanya sebagai gerbang logistik, tetapi juga sebagai motor penggerak industri dan perdagangan.















